Merpati tak pernah ingkar janji (notes.1)
März 19, 2007
Andai dirimu hadir bersamaku saat kulepas minggu pagi di tepian sungai, 200 m dari Statsiun Asakusa. Menikmati kepak burung dan kilau matahari terpantul di wajah biru.
..Mungkin dapat kubagi desir rasa kagum dan syukur terhadap Allah SWT
Atau dapat ku beri paruh sayatan hati ini atas juang yang tak pernah bisa teroptimalkan!
- -
Ada bagian hati yang begitu pedih disaat nikmat begitu dalam terasa..
Pernahkah dirimu mendengar, bahwa Rasulullullah saw pernah bersabda:
“Apa urusanku dengan dunia dan apa urusan dunia dan urusanku? Demi Dzat yang jiwaku ada dalam kekuasaanNya, tidaklah perumpamaanku dengan dunia kecuali bagaikan seorang yang berpergian pada suatu hari yang terik, lalu berhenti sebentar pada siang hari, bernaung di bawah pohon, istirahat sejenak kemudian pergi meninggalkannya”. .
- -
20/3/07
Ja, semakin ingin kutendang dunia, semakin dunia melaju cepat sambil menari-nari menggoda.
Riset-riset genetika yang menggetarkan, kesigapan dan tantangan-tantangan, profesionalitas dan kedisiplinan, fleksibilitas yang menuntut kesabaran dan keisiqomahan.
Tak heran, banyak yang tenggelam dan kalap dalam perjalanan.
tergelincir dan jatuh dari permulaan niat. Entah itu di tengah perjalanan atau di akhir menjadi munafik-munafik yang terikat status atau atribut-atribut tanpa kekuatan transendental melekat di dalamnya. Bisa jadi menjadi budak-budak harta dan popularitas, budak-budak ilmu dunia, budak-budak keinginan, kecerdasan, segala keindahan dan kebahagiaan semu.
- – -
22:22 22/3/07
Masih tersisa memori riak pagi di asakusa walau kampus telah menjerat. Banyak khilaf hari ini. Satu ilmu tentang manusia diingatkan oleh komputer putih yang terlalu dipush up seharian, bahwa manusia memang diciptakan penuh ketergesaan (QS.21:37), manusia diciptakan penuh kegelisahan (QS.70:19), manusia adalah makhluk yang enggan dan kikir (QS.17:100), makhluk yang paling banyak bantahannya (QS.18:54), sangat zalim dan sangat bodoh (QS.33:72), sangat sedikit mensyukuri nikmat (QS.7:10)..
Masih juga membekas terpaan hangat mentari pagi di asakusa. Mengingatkan kalimatNya: Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya (QS.16:18). Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya (QS.96:5).
- -
..Allah pasti akan menolong orang yang menolong (agama)Nya. Sungguh Allah Mahakuat, Maha perkasa. Yaitu orang-orang yang jika Kami beri kedudukan di muka bumi, mereka melaksanakan shalat, menunaikan zakat, dan menyuruh berbuat yang makruf dan mencegah dari yang mungkar; dan kepada Allahlah kembali segala urusan (QS.22:40-41).
maka adakah yang janjinya lebih pasti selain janji Allah SWT?
tidak ada.
tidak merpati sekalipun..
-Simpuh, Elantari