Fleksibilitas Musik&Tradisi
Januar 29, 2007
Musik..
Tradisi..
Siapa pencipta sebuah tradisi?
dan tepatnya lagi, pengubah tradisi-tradisi.
Bagaimana sebuah kebudayaan bisa terbentuk, berubah, sebuah tradisi bisa terdistorsi, terakulturasi, terasimilasi..
Kecenderungan perilaku yang sama akan melahirkan tradisi, dan suatu tradisi dapat membentuk budaya hingga berkembang menjadi suatu komunitas.
`Di dalam kasus agama dimana pembentukan tradisi terus-menerus merupakan hal yang penting bagi kelangsungan hidup agama itu sendiri, terdapat kecenderungan bagi makna asli menjadi semakin terdistorsi dan fungsi pembentukan kembali menjadi magis, sosial atau bahkan politis daripada menghasilkan sesuatu yang transendental.`
Do you think God just like that putting you dalam sebuah komunitas dengan musik, tradisi dan agama yang berlaku dan Ia tidak lagi memperdulikan. Bukankah musik dan tradisi juga sebuah pilihan dari serentetan perjalanan manusia dengan sejarah pemikirannya?
Akankah Tuhan bertanya, musik apakah yang kau dengar atau lantunkan wahai anak manusia? Coba mainkan musik, perdengarkan nyanyian itu dan perlihatkan akibat-akibat dari setiap nada terhadap perilaku umat manusia! Apakah kau sudah menggunakan fikiranmu?
Lalu dimana batasan-batasan sebuah tradisi bijak dipertunjukkan di khalayak umum? Seperti halnya sebuah tarian erotis, sebuah musik mengumbar syahwat. Batasan-batasan erotisme&umbaran syahwat selalu menarik di diskusikan. Bukan hanya diperbincangkan seharusnya, namun memiliki solusi dan dapat diaplikasikan.
…