Sesungguhnya Al Qur’an ini adalah bacaan yang sangat mulia (77). Pada kitab yang terpelihara (78). Dan tidak menyentuhnya kecuali Al-muthahharuun (orang-orang yg disucikan) (79).” (Q. S. [56] : 77 – 79)
Para ulama fiqh sering mengaitkan ayat ini dengan larangan menyentuh Al-Qur`an bagi wanita yg sedang datang bulan.
Tapi sebenarnya makna ayat ini lebih dalam dari itu. Ayat ini memberikan informasi mengenai kategori orang2 yg mampu menangkap makna hakiki dari Al-Qur`an. Bagi mereka, makna Al-Qur`an dapat dipahami secara terang , tajam dan aplikatif. Mereka inilah yg dimaksud dengan golongan Al-Muthahharuun, org2 yg disucikan.
Makna sejati Al-Qur`an tidak dapat ditemukan di kitab2 tafsir, tidak pula diperoleh dengan kuliah di jurusan tafsir sampai S3 sekalipun. Mengapa? karena makna sejati Al-Qur`an hanya dapat diperoleh langsung dari Allah SWT, Dialah yg mengilhamkannya langsung ke kalbu2 manusia.
“Dan barangsiapa yang beriman kepada Allah, niscaya dia akan memberi petunjuk kepada qalb-nya.”(Q. S. [64] : 11)
Ilham ini sangat spesifik dan boleh jadi berbeda untuk tiap manusia karena diseusaikan dengan tujuan penciptaan (misi) dari setiap individu manusia.
Hanya jiwa2 yg suci yg bisa menangkap ilham ini. Siapa yg bisa mensucikan kita? Dialah Allah SWT, kita hanya bisa memohon untuk dibersihkan , ditaqwakan, dirukukan, disujudkan, diislamkan
Sudahkah kita bisa mendengar ilham ini dihati kita? Sudahkah kita menjadi golongan ini, org2 yg disucikan?
[59.21] Kalau sekiranya Kami menurunkan Al Qur’an ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan takut kepada Allah…(al ayah..)
Januar 24, 2007 at 8:52 nachmittags
Sesungguhnya Al Qur’an ini adalah bacaan yang sangat mulia (77). Pada kitab yang terpelihara (78). Dan tidak menyentuhnya kecuali Al-muthahharuun (orang-orang yg disucikan) (79).” (Q. S. [56] : 77 – 79)
Para ulama fiqh sering mengaitkan ayat ini dengan larangan menyentuh Al-Qur`an bagi wanita yg sedang datang bulan.
Tapi sebenarnya makna ayat ini lebih dalam dari itu. Ayat ini memberikan informasi mengenai kategori orang2 yg mampu menangkap makna hakiki dari Al-Qur`an. Bagi mereka, makna Al-Qur`an dapat dipahami secara terang , tajam dan aplikatif. Mereka inilah yg dimaksud dengan golongan Al-Muthahharuun, org2 yg disucikan.
Makna sejati Al-Qur`an tidak dapat ditemukan di kitab2 tafsir, tidak pula diperoleh dengan kuliah di jurusan tafsir sampai S3 sekalipun. Mengapa? karena makna sejati Al-Qur`an hanya dapat diperoleh langsung dari Allah SWT, Dialah yg mengilhamkannya langsung ke kalbu2 manusia.
“Dan barangsiapa yang beriman kepada Allah, niscaya dia akan memberi petunjuk kepada qalb-nya.”(Q. S. [64] : 11)
Ilham ini sangat spesifik dan boleh jadi berbeda untuk tiap manusia karena diseusaikan dengan tujuan penciptaan (misi) dari setiap individu manusia.
Hanya jiwa2 yg suci yg bisa menangkap ilham ini. Siapa yg bisa mensucikan kita? Dialah Allah SWT, kita hanya bisa memohon untuk dibersihkan , ditaqwakan, dirukukan, disujudkan, diislamkan
Sudahkah kita bisa mendengar ilham ini dihati kita? Sudahkah kita menjadi golongan ini, org2 yg disucikan?
Saling mendoakan yuks!
Kemal
Februar 6, 2007 at 6:26 nachmittags
[59.21] Kalau sekiranya Kami menurunkan Al Qur’an ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan takut kepada Allah…(al ayah..)